Saturday, 4 September 2010

[FANFIC] Gomawo Hyuk Part 1

Eomma membawaku pergi dan menikah lagi dengan seorang adjushi yang tak kukenal. Ia punya anak laki-laki yg sebaya denganku, namanya Sungmin.

*18 Tahun kemudian*

Keluargaku adalah keluarga kelas menengah yg bahagia, kalau aku tak ada.

"Donghae, menurutmu skrg jam brp?!" bentak eomma.

"Aku mau tidur" kata appa.

"Dasar laki-laki urakan!" bisik Sungmin ketika ia melewatiku.

"Eomma, aku jg mau tidur" kata Sungmin.

"Iya Sungmin. Besok kita semua pergi berlibur. Harus bangun pagi... Selamat tidur" jawab eomma

Besok mereka pergi berlibur? Aku baru mendengarnya...
Aku langsung pergi keluar lagi dari rumah, lalu mengendarai motorku dengan kecepatan tinggi.

Ketenangan hati bisa kurasakan saat mengebut dengan motorku. Itulah aku sekarang.

Tiba-tiba sebuah truk dengan kecepantan yg sangat tinggi muncul dan menabrakku.

"Hei, bertahanlah!" sayup-sayup kudengar suara si pengemudi truk. Sejenak kuberfikir, mungkin aku akan mati...? Perlahan terlihat bayangan dari kejadian-kejadian di masa lalu.

*14 tahun lalu*

Hari ini adalah hari kunjungan orang tua.

"Hari ini siapa yg akan datang ke tempat Donghae?" tanya temanku.

"Eomma dong. Kalau kamu?" jawabku.

"Ya. Aku jg" jawabnya.

Lho?! Eomma tak ada? Kenapa? Ah, itu eomma! Hah?! Eomma datang ke kelas Sungmin? Kenapa?! Kenapa eomma tak mau datang ke kelasku?!

Sejak saat itu eomma tak mau datang ke kelasku saat hari kunjungan orang tua.

Sungmin tahu, dia tahu bahwa eomma barunya memperhatikannya. Bhwa eomma selalu dipihaknya. Apakah Sungmin lbh baik dariku?

Biarlah! Aku tak peduli! Aku tak kesepian kok! Aku senang sendirian!

Perlahan kulihat bayangan ibu menjauh. Ibu! Ibu!! Ibu...?! Bukan... Kulihat bayangan seorang lelaki. Siapa kau?

Akupun membuka mataku.

"Kamu sudah siuman ya? Bagaimana rasanya" kata seorang suster.

"Ini...?" tanyaku.

"Rumah sakit di gunung." jawabnya.

"Rumah sakit? Jadi aku mengalami kecelakaan? Mata kiriku sakit...Seperti terbakar..." kataku

"Maaf, kornea matamu robek terkena pecahan kaca. Selain itu... Kaki kirimu patah. Ada sedikit luka ringan dan memar." jawabnya.

"Mata kiriku hancur?!"

"Tenang, kalau ditransplantasi, kornea matamu akan pulih seperti semula. Seharusnya kamu bersyukur pd Tuhan karena lukamu hanya begitu saja. Kau ngebut tanpa istirahat ya? Itu perbuatan ceroboh." katanya.

"Kelihatannya ini bukan rumah sakit negeri ya?" tanyaku. Rumah sakit ini mewah sekali, pikirku.

"Tak perlu khawatir dg biayanya. Sebab orang yg menabrakmu telah menanggung sluruh biayanya. Tp kami tak dpt menghubungi keluargamu. Apa mereka pergi?"

"Sedang berlibur." jawabku.

"Tujuannya?"

"yaaah..."

"Yaaah? Tanyanya bingung

Liburan saja tdk diberi tahu. Sudah pasti tujuannya aku tak tahu.

"Pokoknya tenanglah. Kalau tdk, tulangmu tak akan tersambung lagi." katanya sambil menutup pintu.

Sudah berapa jam ya? Tiba-tiba aku sadar ada keganjilan. Disini sepi sekali... Bahkan terlalu sepi... Meskipun rumah sakit ini terletak dipegunungan. Tak terdengar suara perawat atau pasien lainnya. Pergi ke WC pun tak bertemu dengan siapapun.

Rasanya tak menyenangkan. Seakan di rumah sakit ini cuma ada aku sendiri.

"SIAPA?!" tiba-tiba ada seseorang yg berdiri disebelahku.

"Kamu siapa? Kok tahu-tahu masuk?! Aku kan kaget" kataku.

"Ma.. Maaf, aku tak bermaksud mengagetkanmu. Karena sepi, kupikir kamu tidur." jawabnya.

"Kamu dirawat disini?" tanyaku

"Ya"

Fiuhhh. Setidaknya aku punya teman.

"Kamu orang yg masuk td pagi kan?" tanyanya

"Memang. Ah, kamu... Mirip dengan orang yg muncul di mimpiku." kataku

"Masa sih? Kamu bilang sepi... Sepi kan?"

"Apa?! Ti... Tidak! Aku tak bilang begitu! Sembarangan, kenapa kamu bilang begitu?" kataku

"ah sudah ya! Aku pergi..." jawabnya

Tok tok tok

"Waktunya makan." suster tadi datang sambil membawa makanan.

"Suster, disini sepi sekali. Orang yg dirawat tak..." blm sempat aku menyelesaikan omonganku, dia sudah memotongnya

"Ya. Kami tak menerima pasien biasa. Hanya orang yg punya hubungan khusus. Kebayakan orang yg istirahat atau check-up kesehatan. Makanya masa begini tak begitu byk."

Jd ini rumah sakit khusus begitu? Apa itu ada?

Tp melihat makanan yg disajikan, aku paham. Lebih mirip servis kamar di hotel daripada makanan rumah sakit.

"Jd yg dirawat cuma aku dan dia ya?" tanyaku

"Dia?" tanyanya heran

"Itu loh... Laki-laki yg sebaya denganku yg tadi keluar dr sini wkt suster mau masuk."

"Ah? Disini tak ada pasien seperti itu." jelasnya

"Apa? Tp katanya dia dirawat disini...!"

"Hoho... Kamu pasti mimpi. Sudah ya. Santai saja." katanya sambil keluar dan menutup pintu

Masa?! Apa maksudnya?! Aku jd penasaran. Kurasa suster tidak bohong. Tp itu jg bukan mimpi.

Kubuka pintu-pintu kamar. Semuanya kosong. Orang itu dimana ya? Masa dia hantu?! Akupun mulai merinding.

"Sedang apa?" tiba-tiba ada suara dr belakangku

"Ke.. Kenapa kamu selalu muncul dg cara mengagetkan sih!" omelku ketika melihat bahwa yg bicara adalah orang yg td siang.

"Mian.." ucapnya

"Sebenarnya kamu siapa? Masa kau...?!" ucapanku terhenti

"Apa?" katanya

"Tidak, wkt kutanyakan soal kamu pd suster, dia bilang dia tdk tahu." kataku jujur

"Habis, aku tak boleh keluar setapakpun dr kamarku. Katanya rahasia." jawabnya

"Ooh begitu... Kamu sudah lama disini?" tanyaku lagi

"Sejak lahir." jawabnya

Apa? Sejak lahir?

"Tp sampai sekarang aku tak pernah brtemu siapapun. Tentu saja. Makanya tak seorangpun yg tahu aku bisa meyelinap dr kamarku. Kamu yg pertama. Pasti karena perasaan kita sama ya? Gelombang kita sesuai." lanjutnya

Gelombang... Hati yg sepi

"Siapa di situ?!" tiba-tiba kudengar suara suster

"Waaah! Kamu? Kan sudah kubilang, anda blm boleh menggerakkan kaki?! Kamu mau seumur hidup tak bisa sembuh?! Ayo kembali kekamar" katanya

"Ng... Anuu..." ketika kuberbalik anak itu tak ada dimanapun. Dia seakan menghilang.

Besoknya..

Tok tok tok

"Siapa?" kataku ketika mendengar pintu kamarku diketuk

"Aku" ternyata yg datang adalah orang itu

"Katanya kamu blm boleh jalan-jalan. Makanya aku yg kesini." lanjutnya

"Kutunggu loh.." kataku

"Apa? Benarkah?! Menungguku?!" jawabnya

"Habis... Di tempat tidur terus kan bosan! Aku sedang perlu teman bicara" jawabku

"Ya. Senangnya! Ternyata kamu satu gelombang denganku!" katanya

Wajah yg tak punya kesusahan... Melihatnya, sedikit byk kecurigaanku trhapus.

"Siapa namamu?" tanyaku

"Eunhyuk. Kamu?" ia balik brtanya

"Donghae. Laut Timur." jawabku

"Donghae! Nama yg bagus! Aku ingin sekali melihat laut... Sekaliii saja! Ombak yg brkilauan dlm cahaya matahari. Laut yg sesungguhmya, yg luas dan sangat biru. Bukan fotonya!" katanya

"Kamu tak pernah melihat laut skalipun?! Dinegara kepulauan begini?! Ja.. Jangan-jangan kamu bilang kamu ada disini sejak lahir. Kamu tak pernah keluar dr sini... Satu kalipun?" tanyaku kaget.

Ia hanya terseyum mendengarku. Senyuman yg penuh dg kepedihan.

Ya ampun! Kok begitu?!

"Kamu sakit apa? Tak kelihatan begitu lemah kok?" tanyaku lagi

"Seluruh tubuh. Sinar matahari itu musuh besarku." jawabnya

"Kalau malam? Kalau malam bisa kan?" tanyaku dengan penuh antusias

"Malam... Iya, ya. Malam!" jawabnya

"Baik. Kita pastikan! Begitu kakiku sembuh, kamu kuajak naik motorku! Laut di malam hari jg indah kok!" kataku

"Sungguh?! Benar ya?!" katanya

"Aku janji." jawabku

Sejak saat itu aku bertemu Eunhyuk setiap malam. Kami mengobrol sampai lupa waktu. Kadang kami berdiam diri dan memandangi langit berbintang.

Berkat Eunhyuk, kehidupan rumah sakit yg membosankan sudah kulewati selama seminggu. Ya, hanya seminggu. Tapi Eunhyuk? Berfikir begitu, dadaku terasa sakit.

TBC

Mianhae kalo ffnya rada gaje. Soalnya ni ff pertamaku. Dasar ceritanya diambil dr komik misteri gt :D

0 komentar:

Post a Comment

© 2011 call the doctor, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena